Welcome toTell_Story

Welcome to "My Tell_Story"

Saturday, April 30, 2016

Batu Golog

Apakabar semua, semoga baik dan sehat selalu, ya .....! Saat ini Bunda akan bercerita tentang Batu Golog yang berasal dari Nusa Tenggara Barat. Apa itu Batu Golog .....? Mari baca cerita legenda Bunda .....

          Dahulu, di daerah Padamara dekat sungai Sawing, Nusa Tenggara Barat, hidup sepasang suami istri yang sangat miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain, sedangkan suaminya bernama Amaq Lembain.

          Setiap hari mereka pergi ke rumah-rumah penduduk yang juga bekerja sebagai petani untuk mencari pekerjaan. Bahkan suami istri tersebut harus pergi dari satu desa ke desa lainnya sambil membawa kedua anak mereka.
       
          Ketika mereka tiba di sebuah rumah penduduk yang tampak sibuk menumbuk padi, Inaq Lembain menghampirinya. "Maaf Bu, adakah pekerjaan untuk saya? Saya bisa membantu ibu menumbuk padi," tanya Inaq Lembain.

          "Sebenarnya sih kami tidak terlalu membutuhkan tenaga tambahan," ucap ibu pemilik rumah.

          "Tolonglah saya. Beri saya pekerjaan agar anak saya bisa makan hari ini," ucap Inaq Lembain memelas.

          Karena iba melihat Inaq Lembain, ibu pemilik padi itu memberinya pekerjaan. Inaq Lembain disuruhnya membantu menumbuk padi. Ketika menumbuk padi, kedua anak Inaq Lembain diletakkan di sebuah batu ceper yang tidak jauh dari tempat ia menumbuk padi. Batu itu bernama Batu Golog.

          "Tunggu ibu disini, Nak. Ibu akan bekerja. Kalian jangan nakal ya," pesan Inaq Lembain kepada kedua anaknya.

          Kemudian, Inaq Lembain bekerja menumbuk padi. Tidak berapa lama, kedua anak Inaq Lembain berteriak-teriak memanggilnya.

          "Ibu ..... ibu .....! teriak kedua anak Inaq Lembain.

          Ternyata, keanehan terjadi pada batu yang diduduki oleh kedua anak Inaq Lembain. Batu itu bergerak naik dan meninggi.

         "Tunggulah kalian disitu sebentar! Ibu sedang bekerja," ucap Inaq Lembain tanpa menggubris teriakan kedua anaknya.

          Kedua anak itu pun kembali berteriak, "Ibu ....., batu ini semakin lama semakin tinggi," teriak anaknya.

          Karena dipikirnya sang anak sedang bercanda, Inaq Lembain tidak menanggapinya. Batu itu semakin lama semakin tinggi. Tingginya melebihi pohon kelapa. Sang anak pun berteriak sejadi-jadinya.

          "Ibu ..... ibu ..... tolong!" teriak  anaknya sekali lagi.

          "Tunggu, ibu sedang bekerja," ucap Inaq Lembain.

          Tanpa disadari, teriakan anak-anaknya terdengar semakin sayup. Sekali lagi ia tidak menggubris teriakan sang anak. Semakin lama, ia tidak mendengar suara teriakan anak-anaknya. Ia berpikir sang anak pasti sudah lelap tertidur.

          Ternyata, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Batu golog semakin lama semakin tinggi. Kedua anak Inaq Lembain sudah terbawa oleh batu golog sampai menembus awan. Betapa terkejutnya Inaq Lembain melihat kedua anaknya sudah tidak terlihat lagi.

          Inaq Lembain sangat bingung untuk menyelamatkan kedua anaknya. Ia menangis dan memohon kepada Dewata untuk bisa mengambil anaknya yang berada di atas awan. Doa Inaq Lembain pun terkabul. Ia diberi kekuatan gaib oleh Dewata. Dengan sabuknya, ia dapat memenggal batu golog cukup sekali tebasan saja. Batu golog itu terpenggal menjadi tiga bagian. Bagian-bagian batu golog yang terpenggal tersebut terlempar sangat jauh. Bagian pertama jatuh di suatu tempat sehingga menyebabkan tanah bergetar. Tempat jatuhnya batu itu menjadi sebuah desa yang kemudian bernama Desa Gembong. Bagian kedua batu golog jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Dasan Batu. Nama ini diberikan karena ada seseorang yang melihat batu tersebut jatuh.

          Sedangkan, bagian ketiga batu golog jatuh disuatu tempat dan diberi nama Montong Teker. Nama ini diberikan karena bagian terakhir dari batu golog yang terjatuh ini menimbulkan suara gemuruh.

          Meskipun batu golog sudah terpecah menjadi tiga bagian, Inaq Lembain tetap tidak bisa mendapatkan anaknya. Anak Inaq Lembain sudah berubah menjadi dua ekor burung. Sang kakak telah berubah menjadi burung Kekuwo, sedangkan sang adik telah berubah menjadi burung Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia, maka kedua burung tersebut tidak dapat mengerami telurnya sendiri.

PESAN MORAL :
Kisah ini memberi pelajaran pada kita agar peduli dengan orang-orang dan keadaan sekitar. Lakukanlah sebaik dan semampu kita untuk berbuat baik dan menolong sesama.

1 comment:

  1. Borgata Hotel Casino & Spa - JTR Hub
    Located in Atlantic City, Borgata Hotel 오즈 포탈 Casino & 카지노 Spa offers the finest in amenities and 출장샵 entertainment. It also provides 코인카지노 회원가입 a 우리 카지노 먹튀 seasonal outdoor swimming

    ReplyDelete