Welcome toTell_Story

Welcome to "My Tell_Story"

Saturday, July 9, 2016

Legenda danau Lipan

Hallo ..... apa kabar semua? Sudah lama ya, Bunda tidak menyapa kalian, maaf jika baru sekarang Bunda hadir kembali, sebab begitu banyak tugas yang harus Bunda kerjakan. Tapi pada kesempatan ini Bunda akan bercerita tentang Legenda danau Lipan. Ayo kita baca dengan seksama, siapa tahu kalian suatu saat akan berada di sana .....

          Kata danau dari nama Danau Lipan bukanlah arti danau sesungguhnya. Danau Lipan adalah sebuah tempat di daerah Kecamatan Muara Kaman yang terletak di hulu Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Danau Lipan ini berupa padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu.
       
          Dahulu, daerah Muara Kaman merupakan lautan. Tepi lautnya terletak di Berubus. Ketika itu, terdapat sebuah kerajaan yang bandarnya (pelabuhannya) banyak disinggahi kapal-kapal dari berbagai penjuru. Tidak hanya bandarnya yang terkenal, tetapi putri cantik dari kerajaan tersebut juga sangat terkenal ke segala penjuru. Putri tersebut bernama Putri Aji Berdarah Putih.

          Konon, nama tersebut diberikan karena ketika sang puteri sedang menirih lalu meminum air sepahannya yang berwarna merah, akan terlihat mengalir dari kerongkongannya. Kecantikan sang Putri sangat mengagumkan dan tersebar hingga ke negeri Cina.

          Mendengar kecantiakan Putri Aji Berdarah Putih, Raja Cina membawa pasukannya pergi ke Berubus. Dengan membawa jung (perahu besar buatan Negeri Cina) yang sangat besar, mereka hendak melamar sang putri.

          Mendengar rencana kedatangan raja dari Cina, Putri Aji Berdarah Putih kemudian mempersiapkan pesta penyambutan. Akhirnya, tibalah Raja Cina di kerajaan Putri Aji. Mereka disambut dengan meriah. Banyak makanan dan minuman yang disajikan. Tari-tarian sebagai pelengkapnya pun disajikan dalam pesta penyambutan Raja Cina.

          Putri Aji Berdarah Putri yang sudah mengetahui maksud kedatangan Raja Cina ke kerajaannya, menyambutnya dengan hangat. Tapi, tidak pernah diduga oleh sang putri sebelumnya, kelakuan Raja Cina bagai seekor binatang yang dengan rakus memakan hidangan langsung dari wadah tanpa menggunakan tangan.

          "Dasar raja jorok dan tidak tahu sopan santun", ucap Putri Aji dalam hati.

          Melihat tingkah laku Raja Cina, Putri Aji merasa jijik. Ia pun merasa terhina. Seolah-olah Raja Cina tidak menghormatinya dan tidak menyesuaikan diri. Tibalah saat Raja Cina melamar Putri Aji. "Hai Putri nan cantik jelita, maukah kau jadi permaisuriku?" lamar Raja Cina.

          Dengan tegas Putri Aji menjawab, "Aku tidak sudi menjadi permaisuri dari raja yang jorok dan tidak tahu sopan santun".

           Jawaban Putri Aji membuat Raja Cina murka. Amarahnya tidak terbendung. Darahnya seolah-olah mendidih dan naik ke ubun-ubun. Karena merasa terhina, ia kembali ke negerinya. Tapi, kemarahannya tidak sampai di situ. Ia menyiapkan pasukannya untuk menyerang kerajaan Putri Aji.

           Beribu-ribu pasukan Cina datang ke kerajaan Putri Aji. Pertempuran sengit tidak terelakkan. Putri Aji juga tidak mau kalah dari Raja Cina. Ia pun mempersiapkan pasukannya yang andal dan gagah berani untuk membendung serangan dari pasukan Raja Cina. Banyak para prajurit dari kedua belah pihak yang gugur. Meskipun demikian, Raja Cina selalu menambah pasukannya untuk menyerang pasukan kerajaan Putri Aji.

          Melihat banyak prajuritnya yang gugur, Putri Aji menjadi cemas. Jika peperangan terus dilanjutkan, prajurit Putri Aji yang tinggal sedikit tidak akan mampu membendung serangan dari prajurit Raja Cina yang terus bertambah jumlahnya. "Wah gawat, jika terus begini prajuritku dapat habis dan aku pasti akan kalah. Apa yang harus aku perbuat?" tanyanya dalam hati.
         
          Putri Aji mulai mencari cara untuk mengalahkan Raja Cina. Ia pun menggunakan kesaktiannya untuk mengalahkan lawan. Diambilnya sirih dari wadahnya, lalu dikunyahlah sirih tersebut sambil mulutnya sibuk berkomat-kamit mengucapkan mantra. Setelah itu, sepah-sepah sirih itu disemburkan kesegala arah oleh Putri Aji dan berubah menjadi lipan yang ganas. Jumlah lipan itu sangat banyak, bahkan mencapai jutaan.

           Lipan-lipan itu menjadi barisan prajurit yang siap menyerang para prajurit Raja Cina. Prajurit Putri Aji sangat terbantu dengan adanya lipan-lipan tersebut. Melihat rombongan lipan ganas dan siap menyerang, mereka lari kocar-kacir meninggalkan daerah itu.

           Serangan lipan-lipan tersebut tidak berhenti sampai di situ. Lipan-lipan itu mengejar sampai ke laut tempat para prajurit Cina menyelamatkan diri di jung-nya. Serbu-an lipan membuat jung mereka yang besar tenggelam di laut. Akhirnya, binasalah mereka. Semakin lama, tempat tenggelamnya jung Raja Cina berubah menjadi padang yang sangat luas ditumbuhi dengan semak dan menyatu dengan laut. Tempat itu kemudian dinamai Danau Lipan.

Pesan Moral :
Perilaku kita menjadi cermin sifat yang kita miliki. Jadi, berperilakulah yang baik. Selain itu, perilaku baik akan mendapatkan ganjaran yang baik. Sebaliknya, perilaku jahat akan mendapatkan ganjaran yang buruk. 

No comments:

Post a Comment