Welcome toTell_Story

Welcome to "My Tell_Story"

Thursday, October 15, 2015

Roro Jongrang dan Candi Prambanan

          Hi .... selamat jumpa lagi dengan Bunda ya, kamu tahu tidak gambar apa yang ada di samping kiri ? Ada yang tahu ? Benar itu adalah gambar candi Prambanan yang berada di daerah Jogyakarta. Candi Prambanan ini sangat terkenal seperti Candi Borobudur yang merupakan salah satu keajaiban dunia. Tapi menurut legenda Candi Prambanan ini merupakan kutukan dari seorang Pangeran terhadap seorang Putri.

         Kalau begitu, baiklah Bunda akan mulai bercerita tentang Candi Prambanan yang terkenal. Tapi hati-hati ya, jika kita pergi ke candi tersebut bersama pacar. Sebab menurut para orang tua akan mengakibatkan putus atau gagal untuk melanjutkan ke pernikahan karena kutukan sang Pangeran.

          Dahulu kala, di daerah Jogyakarta terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang raja bijaksana yang bernama Boko. Kerajaan itu bernama Prambanan. Negerinya damai dan rakyatnya hidup aman serta sejahtera.

          Namun kedamaian dan ketentraman iu terusik ketika datang pasukan dari Kerajaan Pengging yang menyerang Kerajaan Prambanan. Kerajaan Pengging dipimpin oleh raja yang sakti tapi jahat dan kejam. Raja itu bernama Bandung Bondowoso. Prajurit kerajaan Prambanan akhirnya tidak mampu membendung serangan dari prajurit kerajaan Pengging. Akibatnya, Kerajaan Prambanan jatuh ke tangan Raja Kerajaan Pengging. Kekuasaan Raja Boko pun beralih ke tangan Raja Bandung Bondowoso. Sayangnya, Bandung Bondowoso memerintah dengan kejam.

          "Hai, dengarlah kalian semua ! Siapa pun yang berani menentang perintahku, akan aku binasakan," begitulah maklumat dari Bandung Bondowoso.

           Tidak satu pun orang yang berani menentangnya. Rakyat pun semakin tertindas. Selain kejam, Bandung Bondowoso juga sangat sakti. Ia memiliki pasukan jin yang jahat dan menyeramkan.
       
          Suatu hari, ketika Bandung Bondowoso sedang berkeliling istana, ia melihat seorang gadis cantik. Setelah melihat gadis itu untuk pertama kalinya, Bandung Bondowoso jadi sering memperhatikan gerak gerik gadis itu. Ternyata, gadis cantik itu bernama Roro Jonggrang, putri dari Raja Boko, Bandung Bondowoso semakin lama tertarik dengan Roro Jonggrang.

           "Wah, cantik benar gadis itu. Dia harus jadi permaisuriku," pikir Bandung Bondowoso.

          Keesokan harinya, Bandung Bondowoso menghampiri Roro Jonggrang. Ia pun mengutarakan niatnya, "Hai gadis cantik, maukah kamu menjadi permaisuriku?"

           Roro Jonggrang yang kala itu tidak menduga Bandung Bondowoso akan mengatakan hal itu menjadi terkejut. "Apa yang harus aku lakukan ?" pikir Roro Jonggrang. Roro Jonggrang yang sudah mengetahui tabiat Bandung Bondowoso yang jahat sebenarnya tidak menyukai Bandung Bondowoso. Tapi, jika ia menolak, Bandung Bondowoso pasti akan marah besar.
Hal itu dapat mencelakai keluarga dan rakyat Prambanan. Roro Jonggrang pun kebingungan. Ia berusaha mencari cara untuk menolak keinginan Bandung Bondowoso.
          "Jawab pertanyaanku Roro Jonggrang,"desak Bandung Bondowoso.

          Roro Jonggrang teus berpikir hingga mendapatkan sebuah ide. Ia mengajukan syarat kepada Bandung Bondowoso,"Baiklah. Aku akan menerima pinanganmu dengan satu syarat. Aku ingin kamu membuatkanku seribu candi untukku dalam waktu semalam. Jika kamu tidak mampu melakukannya, aku tidak bersedia menikah denganmu," tantang Roro Jonggrang. Ia berpikir Bandung Bondowoso tidak akan sanggup memenuhi permintaannya.

         "Seribu?" teriak Bandung Bodowoso. Ia berpikir beberapa saat kemudian menyetujuinya. "Baiklah. Aku akan memenuhi permintaanmu."

          Bandung Bondowoso kembali ke istananya, ia bertanya pada penasehatnya. "Bagaimana mungkin aku dapat melakukannya?"
          "Aku yakin Tuan Raja dapat melakukannya. Bukankah Tuan dapat meminta bantuan para jin untuk melakukannya?" usul penasehat.
           "Kamu benar, sekarang, siapkan peralatan yang aku butuhkan," perintah Bandung Bondowoso.

            Tidak berapa lama, semua peralatan yang diminta Bandung Bondowoso telah siap. Ia berdiri di depan altar, lalu merentangkan kedua tangannya. "Pasukan jin, datanglah!" teriak Bandung Bondowoso.

            Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan langit hitam, "Ada apa Tuan memanggil kami ?" tanya para jin.
            "Bantulah aku untuk membuat seribu candi dalam waktu semalam, "pinta Bandung Bondowoso.

          Setelah itu, para jin sibuk melaksanakan tugasnya masing-masing. Belum sampai tengah malam, candi yang dibuat sudah sangat banyak. Roro Jonggrang yang mengawasi dari kejauhan tampak cemas jika Bandung Bondowoso berhasil memenuhi persyaratannya.

          "Apa yang harus aku lakukan? Sepertinya pekerjaan itu akan selesai sebelum terbit fajar," tanya Roro Jonggrang dalam hati.

          Roro Jonggrang mulai mencari akal. Akhirnya, ia mengumpulkan dayang-dayang istana. "Dayang-dayang, tolong kalian bantu aku untuk mengumpulkan jerami. Setelah terkumpul, cepat bakar jerami itu!" perintah Roro Jonggrang. "Baik tuanku putri," jawab para dayang.

          Para dayang segera melaksanakan perintah Roro Jonggrang. Setumpuk demi setumpuk jerami dikumpulkan. Setelah cukup banyak, jerami tersebut dibakar. Api dari bakaran jerami itu menyebabkan langit berwarna jingga. Hal ini menyebabkan warna langit menyerupai fajar yang mulai menyingsing. Roro Jonggrang juga meminta sebagian dari para dayang untuk menumbuk lesung seperti kegiatan pada pagi hari.

          "Hei lihat, langit sudah mulai cerah! Pasti matahari sebentar lagi akan terbit. Penduduk pun sudah mulai bekerja. Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita terbakar matahari!" teriak para jin. Para jin akhirnya lari berhamburan meninggalkan pekerjaan mereka.

           Pagi harinya, Bandung Bondowoso mengira bahwa pekerjaan para jin sudah selesai untuk membuat seribu candi. Ia pun mengajak Roro Jonggrang untuk berjalan-jalan melihat sekitar candi.

           "Lihatlah Roro Jonggrang, betapa hebatnya aku mampu memenuhi persyaratan untuk membuat seribu candi. Sebentar lagi kau akan menjadi permaisuriku," ucap Bandung Bondowoso.

          "Jangan yakin dulu Bandung Bondowoso. Lebih baik kau hitung dulu candi itu !" Benarkah ada  seribu candi?" kata Roro Jonggrang.

           "Tentu saja aku yakin. Kalau kau tidak percaya, ayo kita  hitung!" ucap Bandung Bondowoso dengan nada yakin

          "Satu demi satu candi itu dihitung. Tibalah candi terakhir yang dihitung. Ternyata hitungan candi hanya sampai sembilan ratus sembilan puluh sembilan. Bandung Bondowoso yang mengetahui bahwa candinya kurang satu tampak murka. Dengan murkanya, ia menunjuk Roro Jonggrang dan berkata, "Kalau begitu, kaulah yang akan melengkapi candiku yang ke-1000!"
       
          Tiba-tiba, Roro Jonggrang berubah menjadi patung batu. Sampai sekarang, patung batu Roro Jonggrang dan sembilan ratus sembilan puluh sembilan candi masih dapat kita lihat di daerah Jogyakarta. Candi itu bernama Candi Prambanan atau juga biasa disebut Candi Roro Joggrang.

Pesan Moral :

Jangan pernah sombong terhadap kemampuan maupun harta yang kita miliki. Tidak selamanya semua itu dapat membantu kita. Justru bisa merugikan kita atau orang lain. 

Bagaimana?, kisahnya. Sangat menarik, bukan!. sebab itu kita harus selalu berhati-hati dalam bertingkah laku dan bertutur kata.
Oya, kamu bisa juga membaca dari versi lainnya : https://id.wikipedia.org/wiki/Rara_Jonggrang
atau mau lihat video nya : https://www.youtube.com/watch?v=4ek1seco2wE (maaf ya, bunda copas alamat situs nya).

No comments:

Post a Comment