Welcome toTell_Story

Welcome to "My Tell_Story"

Monday, July 9, 2018

Asal usul ikan duyung

Hallo semua, apa kabarnya dengan kalian? Maaf, jika Bunda sudah lama tidak muncul dengan cerita-cerita legenda. Iya dech, kita mulai saja. Pastinya kamu tahu dengan ikan duyung, ya banyak yang berkata jika ikan duyung adalah ikan yang cantik. Mari kita cari legendanya. Kebetulan Bunda punya cerita legendanya yang berasal dari Sulawesi Tengah. Monggo di simak ya ceritanya ......

          Dahulu, di Sulawesi Tengah, ada sebuah keluarga yang bahagia. Keluarga itu terdiri dari Ayah, Ibu, dan ketiga anak mereka yang masih kecil. Setiap pagi, sudah menjadi kebiasaan dalam keluarga tersebut untuk sarapan bersama. Mereka berkumpul di meja makan dan berbagi cerita. Selesai sarapan, sang ayah berangkat ke kebun untuk bekerja.

          Suatu hari, setelah sarapan, sang ayah berpesan, "Bu, tolong simpan sisa ikan ini! Aku akan memakannya nanti sore sepulang dari kebun".

          "Baik, ayah. Akan saya simpan," ucap si ibu.

          Berangkatlah sang ayah ke kebun untuk mengolah tanah, sedangkan si ibu menyimpan sisa lauk ikan di lemari makan. Siang harinya, si ibu dan ketiga anaknya berkumpul di meja makan untuk makan siang. Tapi, ketika akan makan, anak yang paling kecil merengek untuk makan dengan lauk ikan yang disimpan di lemari makan.

          "Nak, lauk ikan itu untuk ayah. Tadi, sebelum ke kebun, ayah berpesan kepada ibu untuk menyimpannya. Sebab, ayah ingin memakannya nanti sore", jelas si ibu.

          "Pokoknya aku cuma mau makan pakai lauk ikan. Aku mau lauk ikan, ibu .....", teriak anak yang paling kecil sambil menangis.

          Si ibu semakin bingung. Ia tidak tahu lai bagaimana harus membujuk anaknya agar dapat mengerti pesan ayahnya. Si anak terus saja menangis dan tidak mau makan dengan lauk lainnya. Semakin lama si ibu tidak tega melihat anaknya menangis dengan perut yang masih kosong. Akhirnya, ia mengeluarkan lauk ikan itu dari dalam lemari makanan. Disuapi lauk ikan yang hanya tinggal sedikit kepada si anak hingga tidak tersisa lagi.

          Saat sore datang, sang ayah segera bergegas untuk pulang ke rumah. Perutnya terasa sangat lapar. "Wah, masih ada sisa ikan tadi pagi. Aku akan memakannya sekarang", pikirnya.

          Setibanya di rumah, ia segera mencari istrinya agar menyiapkan makan sore untuknya. "Bu ..... aku pulang!! Tolong siapkan makananku di meja makan". "Baik ayah," jawab ibu.

          Istrinya pun sibuk menyiapkan makanan dengan lauk lain.

          " Ini ayah makanannya".

          "Lho, mana sisa ikan yang aku pesan tadi pagi?" tanya sang suami.

          "Maaf ayah. Tadi siang si kecil merengek minta makan dengan lauk ikan. Ia tidak mau makan dengan lauk lainnya", ucap sang istri.

          "Tapi, bukankah aku sudah pesan agar lauk itu disimpan untuk makanku sore ini. Seharusnya kau menyimpannya dengan baik jangan sampai ketahuan anak kita", katanya.

          Sang ayah yang kala itu sangat lapar tidak dapat menahan emosinya. Ia terus marah-marah menyalahkan istrinya. Hari pun mulai malam, tapi kemarahan sang ayah bukan makin mereda tapi semakin menjadi-jadi. Istrinya sangat bingung dan sedih menghadapi suaminya yang terus marah. Tidak ada pengertian sedikitpun dari suaminya hanya karena anaknya memakan sisa lauk ikan yang ia pesan.
       
           Akhirnya, malam itu sang ibu pergi ke laut sambil menangis. Ketiga anaknya tidak ada yang mengetahui ibunya telah pergi meninggalkannya. Mereka masih lelap tertidur. Sang ibu sudah tidak tahan lagi mendengar amarah suaminya yang tiada henti.

          Pagi harinya, ketiga anak itu mencari ibu mereka. Dicarinya ke seluruh ruangan, tapi sang ibu tidak ditemukan. Kemudian, anaknya yang tertua mengajak adik-adiknya mencari sang ibu di laut.

          "Dik, mari kita ke laut. Siapa tahu ibu ada di sana", ucap sang kakak.

          "Baiklah, kak ..... mungkin ibu mencari ikan di laut agar ayah tidak marah-marah lagi", jawab adiknya.

          "Makanya dik, lain kali kalau ibu menasihati, kamu tidak boleh marah-marah atau menangis. Kasihan ibu kalau nanti dimarahi ayah", jawab kakaknya.

          "Iya kak, aku menyesal", ucap sang adik.

          Ketiga anak itu kemudian pergi ke laut sambil berteriak-teriak memanggil ibunya. Setelah beberapa lama memanggil, sang ibu akhirnya muncul. Sang ibu memeluk ketiga anaknya kemudian menyusui anaknya yang paling kecil.

          "Nak, setelah ini kalian harus segera pulang ke rumah ya!" pesan sang ibu. "Iya bu", jawab ketiga anaknya.

          Ketiga anak itu menuruti pesan sang ibu. Tapi sampai malam menjelang, ibu mereka tidak kunjung kembali ke rumah. Oleh karena itu, keesokan paginya mereka kembali mencari sang ibu di laut.

          Setibanya di laut, ketiga anak itu kembali berteriak-teriak memanggil ibu mereka. "Ibu ..... ibu ..... ibu ..... pulanglah! Si bungsu lapar dan ingin menyusu", kata anak paling tua.

          Setelah tiga kali memanggil, si ibu muncul dari dalam laut. Ia segera menyusui anak bungsunya dengan penuh kasih sayang. Namun, lama-kelamaan tanpa disadari tubuh sang ibu sudah mulai bersisik seperti ikan.

          Ketika anak-anaknya datang kembali ke laut, melihat si ibu dengan kondisi seperti itu membuat mereka takut dan tidak mau percaya lagi jika wanita itu adalah ibu mereka.

          "Kemarilah bungsu, ibu akan menyusuimu", kata si ibu.

          "Bukan!!! Kau bukan ibuku. Ibuku tidak bersisik sepertimu!!" kata ketiga anaknya.

          "Aku adalah ibumu, nak. Percayalah!!" kata si ibu memelas.

          "Kami tidak percaya kepadamu. Kau hanya mirip dengan ibu kami", kata ketiga anaknya.

          Betapa sedih hati sang ibu mendengar ucapan anaknya. Ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi kerena memang tubuhnya sekarang tidak seperti dulu. Di tubuhnya kini telah muncul sisik-sisik seperti ikan.

          Ketiga anak itu terus berjalan mencari ibu mereka menelusuri tepian laut sambil berteriak-teriak memanggil si ibu. Setiap itu pula si ibu muncul dari laut dengan wujud yang semakin menakutkan dengan tubuh yang semakin dipenuhi dengan sisik ikan. Inilah dongeng tentang asal-usul ikan duyung yang berasal dari cerita rakyat Sulawesi Tengah.

Pesan Moral :
Kisah ini mengajarkan kita agar senantiasa menuruti nasehat orang tua. Selain itu, sebuah masalah tidak dapat diatasi dengan kemarahan, hadapilah dengan kesabaran.. 

1 comment:

  1. BetMGM casinos in NJ: Best bonuses, promotions, no deposit
    BetMGM is one of 소울카지노 the most successful 에볼루션 바카라 casino and gaming operators in the state of New Jersey. The site has over 메리트카지노조작 450 games including 샌즈 카지노 online blackjack, 바카라슈

    ReplyDelete